Selasa, 17 November 2015

Menaklukkan Semua Alasan

Shalat di masjid?

Kan shalat shubuhnya sekarang maju jam 4, berarti bibi belum bangun dong, lalu siapa yang jaga rumah, istri dan anak-anak masih tidur?

Insya Allah ada Zat Yang Maha Kuasa yang Maha Menjaga.
Tapi utk mengoptimalkan ikhtiar, dikunci dari luar, sementara kunci yang satunya digantung di pintu bagian dalam rumah.

Tapi kunci yg buat ngunci dari luar di mana ya? Biasanya sih di mobil. Coba cari dulu. Di bawah dashboard. Oh ga ada. Oh ya, kan dimasukkan tas di bagasi waktu mobilnya masuk bengkel Tidar Motor, coba cari di situ. Alhamdulillah ketemu!

Tapi kalo shalat shubuh di masjid kan harus pake pakaian bagus, baju koko di mana ya? Coba cari di lemari. Ga ada. Lemari satunya? Ga ada juga. Lemari sebelahnya, yg buat naruh jas-jas? Ga ketemu juga. Coba cari lagi, lebih teliti, di lemari yg tadi. Alhamdulillah ketemu. Ya udah pake yang ini aja.

Baru beberapa detik mobil jalan, yaaa ... lupa kartu mobil buat diserahkan security cluster, apa harus balik parkir dan ambil kartu dulu? Bisa ga kebagian shalat sunat fajar ntar, keburu iqamah. Ya udah, izin aja ama oom security. Alhamdulillah lewat.

Tapi shalat shubuh di mana dong? Kan masjidnya ada dua? MRCC apa Muhajirin? Udaaah, bismillaah, pilih salah satu, yg lebih sesuai dengan keyakinanmu, Allah Maha Tahu. Yang penting, jangan sampai ga jadi shalat di masjid gara-gara bingung pilih masjid. Alhamdulillah, siap pilih salah satu.

Masuk masjid, aduh tunggu aja apa ya, siapa tahu qamat sebentar lagi. Udah, bismillaah, ayo shalat sunnat fajar. Yg lain juga masih ada beberapa yg shalat. Alhamdulillah, masih ada yg shalat sunnat fajar juga di belakangku. Alhamdulillah saat aku selesai, masih ada yg belum selesai dan masih belum iqamah.

Tidak ada lagi alasan tidak shalat di masjid. Bulatkan niat. Teguhkan tekad. Minta dukungan-Nya. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

Dunia dan Seisinya

Dunia dan seisinya
Masih tidak seberapa
Dibandingkan penghambaan diri
Dibandingkan penghambaan dini

Bangun lebih awal
Qiyamul layl dan tawakkal
Lalu dunia seisinya tak ada apa-apanya
Dibandingkan shalat sunnat fajar untuk-Nya

Minggu, 15 November 2015

To Please HIM

Supaya lebih simpel, saya ingin membuat blog baru "To Please HIM" dengan alamat yang sama, tapi sudah tidak available.

So, I keep this blog, tidak ada judulnya agak kepanjangan, yang penting spiritnya sama.

Dan yang lebih penting lagi adalah, impelementasinya, in my daily life.

Tundukkan Pandanganmu

Ini adalah disiplin penting yang sering dilupakan.
Mungkin ini adalah salah satu pintu masuk yang disukai setan.
A gentle reminder, terutama untuk all gentlemen.

Email dari Corporate Communications

Minggu lalu saya dapat email dari Corporate Communications, meminta feedback terkait internal communications, lebih khusus lagi berhubungan dengan majalah Berita Kita yang diolah oleh Komunika Partner.

Saya sisihkan waktu sebentar untuk melengkapi dan submit survei tersebut.

Itu adalah cerita minggu lalu.

Minggu ini, saya dapat email lagi, sent by Novi Maryanti mewakili Corporate Communications, meminta feedback serupa. Ada juga email dari Ibu Anna dengan topik yang sama.
Di titik ini saya berpikir, saya tidak seharusnya mendapat dua email ini di karena apa yang mereka minta sudah done minggu lalu. Yang terpikir berikutnya, apakah hal-hal seperti ini membuat orang-orang suka mengabaikan email dari Corporate Communications?

Minggu, 04 Oktober 2015

Time Is Pahala

Pagi ini saya buka-buka catatan di buku dan menemukan rencana saya, di masa lalu, untuk bikin blog Time Is Pahala dengan alamat timeispahala.blogspot.com yang, ternyata, sudah tidak tersedia. Ada yang pake duluan. So, finally lahirlah blog ini, instead.

Congrats buat the owner of timeispahala.blogspot.com and may all of us contribute to spread message to the world that our time should be fulfilled by activities that gives HIM a good show.